Wednesday, February 19, 2020

Review Kaze Tachinu: Mengapa Mirip Biografi Pak Habibie ? (waspada spoiler)



Tidak seperti biasanya studio Ghibli yang gemar membuat anime fantasi malah membuat fiksi biografi seperti Kaze Tachino. Kisah ini berkisah tentang Jiro Horikoshi seorang ahli pembuat pesawat terbang. ia terkenal dengan pesawat buatannya A6m2 atau lebih dikenal dengan nama pesawat Zero. Anime yang dibuat Ghibli ini berdasarkan karya biografi bercampur fiksi karya Hori Tatsuo.

Kisah Jiro Horikoshi

Film ini berkisah tentang Jiro Horikoshi yang seorang pecinta pesawat terbang. Saat kecil ia digambarkan dengan anak kecil berkacamata tebal. Ia memiliki masalah dengan pengelihatannya tidak heran kaca mata tersebut benar-benar tebal. Akan tetapi, ia tetap digambarkan sebagai anak sebayanya di zamannya yang juga berkelahi dan bersekolah. 

Ia benar-benar semangat belajar tentang pesawat. Terbukti dengan semangatnya membaca buku Bahasa asing yang dipinjamnya dari gurunya  buku yang berkisah tentang Caproni sang pembuat pesawat terbang dari italia. Saking semangatnya, Ia terlihat sering bermimpi tentang pesawat terbang yang ingin dikendarainya dan bertemu Caproni.

Berubah Dewasa

Beralih sedikit dewasa, tidak banyak perubahan dari jiro kecil terutama dari kacamata tebalnya. Namun, terjadi perubahan besar yang tidak disangkanya terutama karena bertemu dengan naoko satomi di sebuah kereta. Terlihat mereka hanya sempat berbicara sepintas saat pertama kali bertermu.

Sampai terjadi gempa bumi besar Kanto 1923 dan Jiro mencoba membantu pembantu Naoko yang terluka karena gempa. Penggambaran gempanya benar-benar hebat, terjadi kebakaran dan kekacauan dimana-mana. Jiro membantu pembantu Naoko yang terluka sambil menggendongnya di punggung.

Sahabatnya Honjo

Saat kuliah juga digambarkan dengan baik, terutama dengan sahabatnya Honjo. Berbeda dengan Honjo yang senang menggerutu, Jiro lebih sedikit diam dan memperhatikan. Adegan paling bagus ketika Jiro memperhatikan lengkungan tulang ikan. Honjo hanya bisa menggerutu dan menyuruhnya sekali-sekali makan daging babi. Persahabatan keduanya sangat lekat, bahkan sampai sama-sama menciptakan pesawat.

Perjalanan berlanjut sampai mereka berdua keluar negeri untuk mempelajari pesawat terbang, beberapa kali mereka mendapatkan hal tidak mengenakkan. Honjo seperti biasa menggerutu soal pesawat. Jiro seperti biasa tetap semangat untuk belajar dan memiliki cita-cita ingin membuat pesawat penumpang dari kanvas yang kadang tidak terlalu disetujui honjo.

Bertemu Naoko

Ketika belajar diluar negeri, ia kembali bertemu dengan naoko yang ternyata seorang pelukis. Jiro kemudian membuat sebuah pesawat kertas. Keduanya, kemudian menjalin hubungan cinta dan segera menikah. Meskipun, ayah Naoko ragu, terutama karena naoko menderita penyakit cukup parah.

Mereka kembali, namun ada sedikit masalah Jiro dikejar-kejar polisi Jepang. Untung saja waktu itu bosnya menyembunyikannya di suatu tempat. Keduanya ingin sekali menikah dan mereka mengadakan upacara pernikahan di tempat persembunyian. Mereka terlihat bahagia meskipun Naoko terlihat sakit.

Semakin hari, Jiro semakin sukses karena telah mendapat proyek membuat pesawat. Namun, di sisi lain penyakit Naoko semakin bertambah. Suatu hari Naoko berniat pergi ke sanatorium untuk menjaga kesehatannya di sana. Waktu itu, Jiro sedang sibuk mengurus proyeknya terasa angin berhembus, ternyata Naoko telah pergi.

Mengapa Mirip dengan Biografi Pak Habibie ?

Banyak komentar penggemar menganggapnya mirip dengan biografi Habibie. Meskipun tentunya ada sedikit perbedaan. Keduanya memang sama-sama pembuatan pesawat dan keduanya sama-sama pernah belajar di luar negeri. Mereka juga sama-sama disebut sebagai jenius, namun hidup dalam negara dan masa yang berbeda.

Bu Ainun sering digambarkan sebagai Naoko karena mereka sama-sama meninggalkan orang yang mirip. Namun, hal yang perlu diingat bahwa Naoko hanya karakter fiksi saja dan tidak benar-benar merupakan istri Jiro Horikoshi yang merupakan orang nyata. Jadi, kemiripannya hanya sama-sama meninggalkan suami yang begitu mencintainya.

Adapun cerita Jiro Horikoshi sengaja dibuat dengan tambahan kisah fiksi agar cerita tersebut lebih mengharukan. Apalagi adegan kematian Naoko yang mungkin sangat mengharukan. Kita dapat melihat kisah ini mirip dengan kisah pak Habibie yang terus mengenang kematian istrinya bu Ainun yang telah meninggal  

Adapun kelebihan dan kelebihan kaze tachinu sebagai berikut:

Kelebihan

Hideaki Anno sebagai pengisi suara. Jika anda pernah melihat film dokumenter 10 tahun Bersama Hayao Miyazaki, maka anda akan menemukan dibalik layar. Suara Hideaki Anno yang dirasa pas oleh Hayao Misaki yang seolah menggambarkan seorang yang cerdas. Terlihat dalam film tersebut Hideaki Anno coba menolak namun, ia tetap menerima karena yang memintanya karena Hayao Miyazaki.  

Kelemahan

Penggambaran yang kadang sulit dipahami. Salah satu kelemahan "show, don’t tell" pada film ini. Mungkin banyak yang tidak memahami firasat Jiro pada bagian akhir dimana Naoko meninggal. Firasat yang datang Bersama hembusan angin yang menjadi adegan ikonik dalam anime ini.

Pemaparan kami diatas mungkin memberikan anda penggambaran singkat tentang anime Kaze Tachinu. kami sangat merekomendasikan anime ini bagi para penggemar yang belum pernah menontonnya. Bagi yang sudah pernah menontonnya, mungkin dapat menontonnya kembali untuk bernostalgia.

Note: tulisan ini sebenarnya dibuat sebelum pak Habibie meninggal, jadi mohon maaf jika tidak ada gelar Almarhum. Saya juga tidak mempostinya saat beliau meninggal untuk menghargai masa berkabung.


Penulis: Aru Akasa

Jangan Lupa Like FP kami: Meongeden.com

Jangan Lupa Komentar

No comments:

Post a Comment