Monday, February 24, 2020

Review Hellboy Reboot: Perubahan yang Terlalu Horor dan Gore



Hellboy bisa dibilang sebuah superhero dengan gaya yang berbeda. Ia bukanlah lahir sebagai pahlawan, namun lahir dari tubuh iblis. Namun, ayahnya begitu percaya pada anaknya, bahwa ia akan menjadi seorang yang baik meskipun beberapa orang meyakininya sebagai penebar bencana. Benar-benar sebuah penggambaran yang berbeda sebagai superhero.

Penggambaran kedua sisi hellboy benar-benar bagus di film terdahulunya. Dimana, ia membenci sisi buruk fisiknya sebagai iblis dengan memotong tanduknya, bahkan melakukannya dengan gerinda. Meski bertampang seram Hellboy juga seorang penyayang kucing, bahkan menghajar makhluk jahat yang ingin makan kucing.

Perbedaan Konsep

Banyak yang berharap serial Hellboy dilanjutkan, namun hal tersebut ternyata tidak terjadi. Muncullah versi reboot yang di rilis pada tahun 2019. versi yang segera mengundang jutaan pernyataan kekecewaan dari penggemar film Hellboy terdahulu. Apalagi memang perbedaannya sangat jauh dari segi alur cerita dan konsep.

Konsep dasar dari Hellboy sendiri tidak banyak berubah, kecuali dia merupakan keturunan raja arthur dari inggris sekaligus keturunan iblis. Penggambaran Hellboy yang diramalkan sebagai pembawa bencana digambarkan lebih kuat dengan berbagai ramalan dan visualisasi masa depan. Sehingga kesan perbedaannya benar-benar terasa.

Penyensoran

Salah satu masalah besar film ini adalah kontroversi penyensorannya di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui film ini memang sangat banyak adegan kekerasan, bahkan mengarah ke gore. Tidak heran mendapat banyak sensor, namun ada beberapa orang yang protes terhadap penyensorannya. 

Menurut saya ini sudah tepat mengingat Hellboy yang ini benar-benar gore dan dipenuhi dengan kata-kata kasar. hal tersebut tentunya membutuhkan penyensoran lebih. Setidaknya ada komunikasi dari LSF (Lembaga Sensor Film) terkait penyensoran tersebut. hal ini tentunya tak perlu diperpanjang lagi. 

Terlepas dari semua kritikan penggemar lama. Film ini tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan sebagai berikut:

Kelebihan

Tim yang Berbeda 

Sekutu awal Hellboy yaitu abe sapiens dan liz sherman tidak lagi mengisi remake ini. Abe sapiens sendiri muncul pada bagian akhir. Kedua sekutunya berganti dengan karakter yang lebih penuh aksi yaitu Alice pemilik kemampuan cenayang dan Ben Daimio yang dapat berubah menjadi seekor manusia setengah harimau. Teman yang berbeda ini menambah sebuah kesan baru.

Abe Sapiens pada seri awal muncul sebagai salahsatu sekutu pertama hellboy, namun versi terbaru, ia muncul paling terakhir. Tidak heran banyak berpendapat masih ada sekuel dari versi remake ini.

Hubungan Ayah Anak 

Selain karakter Hellboy, karakter ayah. Karakter ayahnya bisa dibilang berubah drastis dengan gaya bicaranya yang lebih santai dan senang bercanda, berbeda dengan yang dulu yang fokus kepada bapak yang bijaksana. Namun sisi bapak yang jelas setidaknya masih dipertahankan meski dengan karakter berbeda.

Kelemahan

Fokus Gore dan Horor 

Padahal Hellboy terdahulu fokus kepada penceritaan fantasi dan aksi. Inilah mungkin yang jadi penyebab penggemar merasakan perbedaan sangat besar, terutama penonjolan sisi horor dan gore. Apalagi orang yang seperti saya yang berharap muncul film superhero penuh aksi dan benci film horor gore.

Potongan manusia, darah, iblis, neraka, penyihir yang berlebihan mungkin jadi gambaran horor. Adegan penggantungan anak kecil dan Baba Yaga yang makan tubuh mereka juga jadi pemandangan tidak mengenakkan, benar-benar kesan gore yang kuat. Sisi fantasi seperti Changeling dan Penculikan peri masih ada, namun sangat sedikit. Aksi dari superheronya juga malah menjadi pertarungan yang sangat berdarah.  

Pemaparan di atas mungkin cukup memberikan gambaran terhadap fim hellboy yang baru di reboot. Kekecewaan dan kritik merupakan hal wajar untuk sebuah karya seni.  Semoga isu bahwa akan ada sekuel akan memperbaiki film ini. Terutama karena film ini sangat ditunggu para penggemar hellboy lama.

Penulis: Aru Akasa

Jangan Lupa Like FP kami: Meongeden.com
Jangan Lupa Komentar

No comments:

Post a Comment