Wednesday, February 26, 2020

Masa Depan DC: Family friendly atau Dark story?



Rivalitas DC dan Marvel sudah ada sejak mereka hanya penerbit komik. Mereka bersaing sebagai komik pahlawan terbaik. Tidak heran beberapa karakter komik mereka dianggap memiliki kesamaan konsep, buah dari persaingan tersebut, bahkan pernah saling memperebutkan nama karakter, walaupun akhirnya dimenangkan Marvel.

Tidak sampai disitu persaingan mereka, kini persaingan mereka merambah sampai pada adaptasi film. Lagi-lagi kemenangan berada di sisi Marvel karena ketenaran dari film karya mereka di penjuru dunia. Sedangkan DC, harus belajar kembali memperbaiki beberapa adaptasi filmnya yang dianggap gagal seperti Justice League dan Titans.

Setelah kasus adaptasi film yang dianggap gagal, ada beberapa adaptasi film yang dianggap berhasil. Sebut saja Shazam yang benar-benar menunjukan adaptasi kocak dan aksi yang menarik, meski ada sedikit bagian yang di protes. Belum lagi Joker dengan aktor utama Joaquin Phoenix yang membawa namanya menjadi peraih Oscar.

Terbagi Dua Kubu

Berbagai diskusi penggemar mulai membicarakan adaptasi DC comic ke depannya, terutama gaya adaptasi. Setidaknya ada dua gaya adaptasi yang diharapkan penggemar yaitu gaya friendly family dan dark story. Kita akan menemukan beberapa penggemar bertentang dalam hal ini dengan argumen masing-masing.

Gaya friendly family dimana cerita yang diangkat dapat dinikmati semua orang dalam keluarga. Fokus pada cerita yang ringan, aksi yang menakjubkan, menonjolkan sisi kepahlawanan murni dan beberapa tambahan komedi. Gaya ini biasanya didukung karena keberhasilan film dari Aquaman dan Shazam.

Gaya Dark story, dimana penggambarannya lebih banyak menyorot sisi gelap dari karakter. Gaya ini umumnya menekankan cerita kompleks, terlalu kelam, sadis dan sangat tidak cocok di tonton anak-anak.  Gaya ini biasanya didukung para penggemar Dark Knight dan adaptasi Joker yang baru, terutama karena karena keduanya berhasil dalam gaya ini.

Kelemahan dan kelebihan masing-masing

Kelebihan kubu Friendly Family  adalah cerita mereka dapat dinikmati semua kalangan. Tidak heran biasanya gaya friendly family mendapat penonton yang lebih banyak, karena semua keluarga menonton tanpa ada Batasan usia. Ceritanya umumnya juga mudah dicerna dan tidak terlalu berpikir, cukup menikmati aksinya.

Kelemahannya adalah sering dianggap hanya mengikuti langkah Marvel saja. Hal ini dianggap tidak memberikan kesan unik bagi dc. Apalagi hampir semua film Marvel menggunakan gaya ini dan ternyata berhasil. Gaya ini juga kadang memberikan kesan kekanak-kanakan dari adaptasi film super hero, sehingga para penggemar dewasa biasanya tidak setuju.

Keunggulan kubu Dark Story adalah ceritanya yang kompleks sangat cocok dengan penggemar dewasa. Apalagi dengan berbagai aksi dan adegan dengan makna mendalam yang isinya cukup sulit ditebak, jika tidak memiliki kemampuan berpikir. Hal ini mungkin dapat kita rasakan langsung dari melihat adaptasi joker Joaquin Phoenix.

Kelemahan gaya ini adalah tidak semua orang bisa menikmatinya, sehingga kadang penontonnya tidak sebanyak friendly family. Belum lagi jika penontonnya tidak dapat memahami kedalaman dan kerumitan ceritanya. Hal yang terjadi biasanya mereka memberikan tanggapan negatif dan kritik pedas terhadap film tersebut.

Oleh karena itu, dimanapun kubu penggemar pembaca, satu yang diharapkan adalah kesuksesan dari adaptasi film DC. Hal yang paling aman adalah DC mempertahankan kedua gaya ini dan berhasil di keduanya. Jika hal ini dipertimbangkan dan berbagai faktor pendukung lainnya, maka kemungkinan keberhasilan adaptasi akan makin besar bagi DC.

Penulis: Aru Akasa

Jangan Lupa Like FP kami: Meongeden.com
Jangan Lupa Komentar


No comments:

Post a Comment