Friday, February 14, 2020

5 Kemungkinan Masalah di Live Action One Piece



Berita adaptasi live action sontak membuat para penggemar khawatir. Sebagaimana kita telah membahas pada artikel sebelumnya. Kekecawaan yang disuarakan lewat forum-forum penggemar ditengarai karena yang mengurusi adaptasi tersebut adalah Netflix. Sebuah jaringan jasa menonton secara virtual yang kadang memproduksi filmnya sendiri.

Reputasi Netflix yang terkenal buruk pada proses pembuatan film membuat penggemar khawatir. Apalagi adaptasi dari anime dan manga yang jenisnya sama dengan One Piece Pernah diadaptasikanny.  Hampir bisa dibilang adaptasi yang dikerjakan Netflix memiliki kekurangan, namun setiap kekurangannya ada yang besar dan ada yang kecil.

Fakta Live Action One Piece

Sebelum membahas soal Kemungkinan masalah, mari kita melihat beberapa fakta yang ada seputar live action One Piece. Fakta pertama, Netflix yang bertanggung jawab terhadap adaptasi ini. Kedua, Eiichiro Oda dapat peran sebagai eksekutif produser. Ketiga, Film yang diusung akan menggunakan arc east blue sebagai dasar dari adaptasi ini. Keempat, Adaptasi ini direncanakan 10 Episode.

Masalah paling besar adalah Netflix yang berada dalam adaptasi ini. Sudah kita ketahui beberapa live action yang gagal dikelola Netflix. Sebut saja Death Note, Fullmetal Alchemist dan Mob Psycho 100 sebagai korban . Namun, kali ini harapan kita cukup besar karena Eiichiro Oda berperan sebagai Produser Eksekutif.
Berikut adalah kemungkinan dari kegagalan yang kemungkinan bakal di alami One Piece:

1. Adaptasi CGI

Sebagai salah satu manga yang mengusung unsur fantasy, adaptasi Live Action One Piece membutuhkan CGI. CGI merupakan kepanjangan dari Computer generated Imagery, dimana sebuah visualisasi dalam film dibuat melalui komputer. Orang juga biasanya membuat unsur fantasi dengan spesial efek, namun spesial efek biasanya memiliki cukup banyak keterbatasan.

Sebagaimana kita ketahui, jurus dari buah setan tentunya membutuhkan cukup banyak CGI untuk membuat kesannya menjadi nyata. Masih ada juga jurus seperti kemampuan tebasan Zoro dan penggunaan haki yang mungkin juga membutuhkan CGI. Jika hal ini tidak terpenuhi tentunya akan jadi masalah besar, walaupun rata-rata CGI Netflix cukup bagus.

2. Low Budget

Adaptasi Live Action One Piece diharapkan menjadi salah satu film berkualitas, dimana tentunya membutuhkan banyak dana. Hal yang menjadi masalah jika dana yang dikucurkan Netflix tidak cukup untuk adaptasi. Apalagi jika kekurangan dana tersebut akhirnya mempengaruhi sangat besar terhadap kualitas adaptasi.

Kasus buruknya kualitas Mob Psycho 100 mungkin jadi pelajaran buruknya pendanaan Netflix. Akibatnya Kurangnya dana beberapa bagian terasa sangat buruk. Beberapa CGI tidak terlihat bagus dan murahan. Beberapa adegan juga tidak sebagus di anime dan manga karena kurangnya spesial efek. Semoga masalah ini tidak terjadi pada One Piece.

3. Perubahan Alur dan Sifat Karakter

Perubahan Alur yang sangat drastic tentunya akan mempengaruhi jalan cerita. Hal yang dikhawatirkan adalah adaptasi One Piece berakhir seperti fullmetal Alchemist. Alurnya dipendekkan untuk tujuan adaptasi. Walaupun, sebenarnya kemungkinan sangat kecil terjadi karena Arc east blue nantinya akan diadaptasi menjadi 10 episode.

Salah satu kasus mungkin tak dapat dilupakan yaitu kasus Death note, dimana terdapat perubahan sifat karakter dan mempengaruhi sangat besar cerita. Hal ini menyebabkan Death Note adaptasi Netflix dianggap sangat buruk. Walaupun tujuannya sebenarnya untuk menyesuaikan kisah Death Note pada kebudayaan barat.

4. Pemeran Tidak Sesuai

Salah satu yang menjadi perhatian dari penggemar adalah kesesuaian peran. Sebelumnya para penggemar sempat dikejutkan dengan sebuah iklan yang menggunakan karakter One Piece (gambar di atas). Banyak yang protes kalau beberapa karakter tidak sesuai. Apalagi yang memerankan Luffy terlihat terlalu tua. Hal ini membuat sedikit khawatir, jika pemeran tak sesuai.

5. Detail yang Kurang Bagus

Salah satu hal yang paling banyak diprotes saat adaptasi live action Fullmetal Alchemist adalah detail kurang bagus. Beberapa pemeran pakai baju kedodoran. Ada juga kayak cosplayer dan cuman pakai wig. Hal yang paling mencolok adalah rambut tokoh utama yang seolah cuman pakai cat semprot dan tidak merata. Para penggemar One Piece khawatir ini bakal menimpa One Piece.

Semoga hal di atas tidak terjadi, namun hal tersebut cukup mengkhawatirkan. Para penggemar hanya bisa berharap Live action One Piece Berjalan dengan baik tanpa kendala. Penggemar juga harus terus memperhatikan kabar-kabar seputar adaptasi ini. Terutama yang terkait langsung seperti daftar pemaran dan trailer yang mungkin akan rilis beberapa waktu akan datang.

No comments:

Post a Comment