Wednesday, November 20, 2019

Review Shitamachi Rocket: Mimpi Perusahaan Kecil Menerbangkan Roket



Roket mungkin adalah kendaraan manusia yang paling mahal di muka bumi. Bagaimana tidak mahal, jika yang dituju merupakan tempat diluar bumi. Tempat yang sangat sulit, namun mengundang sejuta penasaran umat manusia.

Rasa penasaran ini mematik semangat berbagai negara membangun berbagai hal untuk menjelajahi luar angkasa, terutama roket. Salah satunya adalah negara jepang yang memang terkenal dengan kemajuan teknologi.

Tidak heran jepang membuat sebuah drama bertemakan roket bernama shitamachi rocket. Hal itu berkisah tentang tsukuda kohei yang merupakan ilmuwan. Ia bekerja sebagai seorang peneliti di Jaxs (pelesetan dari jaxa).

Ia berhasil menciptakan mesin roket yang akan diluncurkan. Sayang roket tersebut gagal karena adanya kerusakan. Tsukuda kohei terpaksa mengundurkan diri sebagai wujud tanggung jawabnya dalam kesalahan tersebut.

Hal malang terjadi, ayahnya meninggal dan ia harus menggantikannya sebagai pimpinan perusahaan.
Ia terpaksa harus mengubur impiannya membuat roket sebagai seorang peneliti. Namun, mimpinya ternyata tidak berhenti hanya sampai disitu saja.

Meskipun sebuah perusahaan kecil. Perusahaan tsukuda memiliki departemen dan riset yang sangat mumpuni. Mereka membuat sistem katup untuk roket yang sangat canggih dengan hak patennya. Akan tetapi, paten tersebut sering dianggap tidak berguna.

Masalahpun datang silih berganti. Mulai dari tuduhan plagiat yang diajukan terhadap mesinnya oleh perusahaan jahat. Sampai kepada proyek kemanusian membuat katup jantung buatan yang penuh dengan hambatan.

Dorama jepang ini meskipun dengan judul roket, namun lebih fokus kepada teknologi. Bagaimana pentingnya hak paten dalam sebuah teknologi. Ia juga berkisah bagaimana tsukuda kohei merubah arah impiannya dari roket menuju pengaplikasian teknologi roket miliknya.

Keunggulan
Adapun keunggulan shitamachi rolet sebagai berikut:
1.  Plotnya benar-benar menarik dan penuh dengan konflik. Terutama ketegangan di awal-awal episode dimana perusahaan tsukuda mencari solusi untuk tuduhan plagiat. Beberapa masalah kecil terselesaikan, namun masalah besar persidangan masih mengancam.
2.  Penggambaran emosi yang cukup bagus. Bagaimana ketika tsukuda kohei sedang berpikir dan mencoba menggambarkan perasaannya melalui bowling. Pertengkaran antar anggota perusahaan yang hampir adu fisik. Selebrasi keberhasilan saat uji coba teknologi.
3.  Bagian-bagian cerita yang sangat realistis.Jika kita melihat bagian persidangan dan penjelasan soal hak intelektul terlihat sangat nyata. Apalagi bagian dimana memproses teknologi, dimana sukuda benar-benar menunjukan praktek manufaktur jepang

Kelemahan

Kelemahan sendiri mungkin hanya terlalu banyak tokoh dalam film ini, sehingga beberapa tokoh tidak mengalami perkembangan. Banyak juga tokoh yang hanya sekali muncul dan akhirnya tidak dibahas pada episode lainnya.

Fakta menarik
Film ini juga memiliki beberapa fakta menarik sebagai berikut:

3 pemeran kamen rider
Hal yang cukup menarik adalah munculnya tiga pemeran kamen rider. Pertama, zaizen yang diperankan oleh koji kikkawa berperan sebagai kamen rider skull. Kedua, ryoma takeuchi yang berperan sebagai tachibana juga berperan sebagai kamen rider drive. Ketiga, koji kawamoto diperankan oleh gaku sano yang juga berperan sebagai kamen rider gaim.

Swastanisasi penerbangan roket

Pada awal film kita disuguhkan dengan kegagalan peluncuran roket oleh jaxs. Dimana badan tersebut milik pemerintah. Selanjutnya kita disuguhkan lagi dengan keberhasilan peluncuran roket dari teikoku industry sebagai peluncuran pertama.

Padahal di dunia nyata peluncuran roket pertama jepang merupakan cikal bakal berdirinya jaxa. Peluncuran roket pertama oleh The Institute of Industrial Science yang berhasil. Beberapa institusi didirikan dan kemudian akhirnya bergabung menjadi jaxa.

Kemungkinan adegan tersebut menyinggung soal swastanisasi peluncuran roket. Meskipun di dunia nyata perusahaan swasta roket pertama jepang bernama instelar technologies. Perusahaan yang sebenarnya telah gagal dua kali meluncurkan roket.

No comments:

Post a Comment