Monday, November 4, 2019

Review awal mairimashita iruma-kun: Isekai Jalur tumbal Pesugihan (peringatan spoiler)


Saat ini genre isekai menjadi salah satu tren di jepang. Kisah dari genre isekai semakin hari semakin banyak. Mulai dari light novel, manga dan anime semuanya memiliki genre. Banyak penggemar yang sudah merasa jenuh dengan genre ini, namun tak sedikit pula yang gemar membaca genre ini.

Umumnya mereka memiliki cerita yang mirip. Perjalanan ke dunia fantasi yang mengambil latar belakang abad pertengahan eropa. Sistem seperti di game rpg dengan jendela status dan skill. Kemampuan tokoh utama yang sangat-sangat kuat alias overpower. Cara pergi ke dunia lain dengan cara ditabrak truk-kun. Ditambah lagi banyaknya karakter wanita untuk jadi harem tokoh utama.

Banyaknya kemiripan dari kisah genre isekai membuat beberapa penggemar mencari alternatif Isekai yang tidak mainstream. Biasanya mereka mencari genre isekai yang berbeda dari yang lainnya misalnya tokoh utama yang menderita tanpa kekuatan atau konsep dunia yang berbeda.

Salah satu alternatifnya tersebut adalah mairimashita Iruma-kun. Kisah Isekai yang benar-benar tidak biasa. Ia tidak datang dengan cara mati ditabrak dengan truk-kun, tapi malah jadi tumbal pesugihan orang tuanya. Ia tidak datang di dunia fantasi yang indah, tapi dunia iblis yang dapat memakan manusia kapan. Tidak ada tokoh utama dengan kekuatan super, akan tetapi kekuatannya hanya kemampuan menghindar.

Mairimashita iruma-kun merupakan sebuah manga yang kemudian diadaptasi menjadi anime.Tokoh utamanya bernama suzuki iruma umur 14 tahun. Ia seorang yang tidak bisa menolak permintaan apapun. Apalagi dari orang tuanya yang menyuruhnya bekerja keras. Sialnya, ia dijadikan tumbal pesugihan kepada iblis sullivan. Setidaknya sullivan tidak memakannya, malah menjadikannya cucu, bahkan cucu kesayangan.

Sullivan sebagai kakek yang baik memasukkan cucunya je sekolah. Bukan sekolah biasa tentunya, namun sekolah iblis bablus. Ia bertemu dengan asmodeus yang saat pertama kali bertemu mengajaknya bertarung, namun akhirnya dikalahkan dan menjadi sahabat. Muncul juga makhluk yang bego banget, tapi bikin gemes yang bernama clara valak.

Review ini masih baru membahas versi animenya yang baru tayang 3 episode sebagai pandangan awal. Setidaknya ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang selanjutnya kita akan bahas. Adapun kelebihan dan kelemahannya sebagai berikut:

Kelebihan  
Kelebihan pertama, inovasi yang bagus meski tak berasal dari manga. Bagian yang paling bagus dari versi animenya adalah tambahan bagian yang mungkin tidak dapat dirasakan di manga, yaitu jam weker dari iruma. Jam weker tersebut berbunyi cukup seram dan keren, bahkan bisa membuat kaget. Hal tersebut tentunya tak dapat dinikmati dari versi manganya. Gambarnya juga terlihat lebih bagus dibanding versi manga.
Kelebihan kedua, Kesesuaian karakter versi manga yang digambarkan dengan baik. Iruma kun yang digambarkan lemah dan hanya bisa menghindar. Asmodeus juga digambarkan dengan sangat baik terutama dia menganggap dirinya budak iruma. Clara valak yang bego minta ampun tapi kisahnya tragis dan emosional di episode 3.

Kelemahan
Kelemahan pertama, grafis kurang bagus. Banyak mungkin yang merasakan bahwa gambar animasinya mirip dengan anime tahun 90an. Mungkin agar anime ini diproduksi dengan episode yang banyak dengan kualitas yang sedikit diturunkan.  

Kelemahan kedua, adanya karakter dan cerita tambahan. Jika melihat bai-baik, anda akan menemukan karakter perempuan iblis bermata satu yang tidak terdapat di manga. Kemungkinan karakter ini akan menjadi filler. Cewek yang diselamatkan oleh iruma saat bertarung dengan asmodeus juga terlihat perannya aktif.

Adegan pada episode satu ketika sullivan membawa iruma ke dunia iblis pada saat bekerja jadi pena. Adegan tersebut dapat dilihat tidak ada di versi manganya. Kemungkinan juga terdapat versi cerita tambahan daripada dari manga.
Pemaparan diatas mungkin cukup memberikan gambaran besar dari review awal mairimashita Iruma kun. Saya sangat merekomendasikan anime ini dan tak lupa juga membaca manganyanya. Selanjutnya kita akan melihat reviewnya sampai pada bagian yang lain.  

penulis aru akasa

No comments:

Post a Comment