Tuesday, October 15, 2019

Rencana Live Action Promise Neverland dapat Kritikan Netizen


Yakusoku no neverland atau juga dikenal dengan nama promise neverland mungkin salah satu manga yang cukup beruntung. Ia merupakan manga yang diterbitkan penerbit terkenal shonen jump jepang. Setelah diadaptasi dari manga menjadi anime, kisah ini segera mendapat cukup banyak perhatian dari penggemar.

Kisahnya memang cukup menarik karena tidak biasa atau mainstream untuk ukuran manga shounen. Kisahnya tentang anak di sebuah panti asuhan. Suatu hari mereka menyadari bahwa salah seorang dari mereka tidak diadopsi tapi dijual kepada iblis dalam bentuk mayat sebagai makanan. Emma, norman dan ray menyadari hal tersebut dan merencanakan untuk melarikan diri.

Namun, ternyata tidak semudah itu, karena mereka menghadapi banyak masalah. Mereka harus membawa saudara mereka yang masih lemah dan kecil. Ibu asuh dan perawat juga harus diwaspadai agar tidak mengetahui gerak mereka. Belum lagi adanya penghianatan dari ray kembali menguji persaudaraan mereka. Kisah ini, tidak heran mendatangkan banyak antusiasme penggemar anime dan manga untuk membaca dan menontonnya.

Tidak heran beberapa bulan setelah animenya tayang tersebar kabar bahwa anime ini akan mendapatkan live action. Kira-kira penayangan live actionnya dikabarkan pada musim dingin pada tahun 2020. Foto 3 pemeran juga ditampilkan disini yaitu minami hamabe sebagai emma, jyo kairi sebagai sebagai ray dan rihito itagaki sebagai norman.  

Namun, berbagai reaksi bermunculan terkait kemunculan rencana live action beserta foto para pemerannya. Tentunya terdapat penggemar yang senang mendengar hal tersebut. Tak terkecuali minami hamabe si pemeran emma yang juga dikenal sebagai penggemar. Namun, tak lupa juga reaksi berupa kritikan pedas.

Hal yang umumnya dipermasalahkan adalah cast dan foto awal cast yang membuat penggemar mengkritik. Tentunya hal ini lumrah mengingat tidak sedikit live action yang mendapat kritikan penggemar. Anda dapat menemukan berbagai kritikan tersebut di sosial media, forum-forum diskusi pop culture, dll. Setidaknya celaan netizen biasanya akan terbagi dengan tiga bagian besar.


Pertama, soal pemeran yang terlihat seolah bermain cosplay karena mengenakan wig. Tentu saja warna rambut memang harus disesuaikan dengan karakter. Namun, terkadang penggunaan wig dan pewarnaan rambut yang tidak sempurna, jadi sasaran kritik. 

Penggunaan wig membuat pemain jadi terlihat seperti bermain cosplay bukan sedang memerankan film. Mungkin banyak kasus yang sudah ada, dimana netizen memprotes rambut dari live action. Sebut saja live action nisekoi dimana pemeran chitoge yang menyemir rambutnya menjadi pirang, malah terlihat tidak sesuai dengan pemerannya. Padahal pemerannya terlihat cukup cantik dengan rambut hitam.

Kasus lain adalah live action fullmetal alchemist yang memang mewarnai rambutnya dan mengenakan wig. Rambut pemeran edward elric tidak sepenuhnya dibuat pirang dan masih menyisakan bagian-bagian hitam. Istri hughes juga terlihat menggunakan wig dan terlihat seperti cosplayer.

Kedua, pemain terlihat terlalu tua dari karakternya. Karakter di yakusoku no neverland menggunakan karakter remaja dan anak-anak. Namun, para 3 pemeran utamanya terlihat terlalu dewasa, sehingga terasa janggal. Ini juga bukan yang pertama di kritik. Teen titan juga menempatkan pemeran yang bukan seorang “teen” tapi dewasa, kecuali karakter raven.


Ketiga, pemeran yang pernah membingungkan penggemar soal gendernya yaitu rihito itagaki sebagai norman. Sebelumnya ia bermain dalam serial kamen rider zio. Dimana karakternya saat itu tidak jelas gendernya lelaki atau perempuan, bahkan info dari dunia maya sempat membingungkan karena banyak yang salah informasi.

Oleh karena itu, meskipun banyak kecaman netizen kita berharap live actionnya berakhir bagus. Semoga juga kritik tersebut dapat diatasi dengan kualitas dari film tersebut. Para penikmat live action juga tidak perlu terlalu terburu-buru mengkritik padahal filmnya sendiri belum mulai.

Sumber:

Penulis: Aru Akasa

No comments:

Post a Comment