Tuesday, October 8, 2019

Detective Pikachu: Taktik menghindari adaptasi anime dan game pokemon klasik (spoiler alert)


Detective pikachu merupakan adaptasi live action dari game pokemon dengan judul sama. Ia merupakan game pokemon yang dirilis sengaja untuk diadaptasi menjadi live action. Dimana difokuskan kepada maskot pokemon pikachu.
Banyak yang mungkin kecewa dengan film ini karena mereka ingin yang diadaptasi menjadi live action adalah anime dan game pokemon klasik. Dimana ceritanya seperti satoshi yang melakukan petualang untuk menjadi pokemon master seperti di anime, namun juga mirip dengan anime pokemon klasik.

Namun, hal ini kemungkinan untuk menghindari terlalu sulitnya adaptasi dari game dan anime. Mengingat cukup banyak yang gagal dalam adaptasi live action. Mungkin, ini bisa dibilang langkah awal adaptasi pokemon atau sekedar mencoba-coba kesesuaian cgi.

Detektive pikachu mengangkat kisah tim goodman yang sejak dari kecil tidak pernah memelihara pokemon. Namun, suatu hari ayahnya menghilang dan muncullah sosok pikachu yang mampu berbicara dengan dirinya. Dimualailah petualang bermain detektif bersama tim dan pikachu.

Mengambil latar belakang di masa depan di dunia pokemon. Terletak di kota bernama ryme, dimana terdapat kasus misterius kecelakaan ayahnya tim. Meskipun kota tersebut mengangkat slogan “hidup bersama manusia dan pokemon”.

Langsung saja kita bahas kelebihan dan kelemahan film detective pikachu sebagai berikut:

Kelebihan

Pertama, cgi yang sudah lumayan. Computer generated imagery atau pencitraan hasil komputer merupakan penggunaan komputer untuk membuat sebuah tampakan objek tertentu. Cgi lah yang membuat berbagai tampakan pokemon dalam film detective pikachu.

Terlihat sudah cukup lumayan baik dan realistis. Terutama, bagian dimana pertarungan pokemon antara pikachu dengan charizard. Bagian yang lain, ketika magikarp berubah menjadi gyarados. Benar-benar penampilan cgi yang cukup menarik.

Kedua, Menampilkan berbagai hal tentang pokemon versi game dan anime. Mulai dari penampilang mr mime dengan pantomimnya. Ludicolo yang terlihat seperti orang meksiko. Magikarp yang tiba-tiba berubah menjadi gyarados. Bagi penggemar anime pokemon dan gamenya hal tersebut terasa nostalgia.

Ketiga, Peran sebagai ayah dan pokemon peliharaan benar-benar baik. Salah satu plot twist yang cukup menarik adalah ryan renolds ternyata berperang juga sebagai ayah tim, selain berperan sebagai pengisi suara dari pikachu. Meskipun, perannya sebagai ayah muncul pada bagian akhir, namun hal tersebut cukup bagus.   

Kelemahan

Pertama, Beberapa bagian terasa tidak sesuai dan tanpa penjelasan yang memadai. Misalnya greninja yang mengeluarkan shuriken asli. Padahal shuriken greninja dalam game dan anime merupakan jurus yang bernama water shuriken.

Jika dilihat pada adegan ketika tim menemukan kebenaran soal penyerangan mobil ayahnya. Ia menemukan potongan shuriken. Padahal seharusnya shuriken greninja hanyalah jurus membentuk air menjadi shuriken. Mungkinkah itu hasil modifikasi seperti pokemon yang lain dalam lab. Tidak ada cukup penjelasan tentang hal tersebut.   

Kedua, Mungkin ryan reynolds takut ngejoke disini. Film detective pikachu merupakan film dengan rating semua umur. Tentu saja hal-hal berbau dewasa dan kasar dihindari. Namun, hal ini terasa seperti menghalangi peran ryan reynolds yang pernah memerankan deadpool.

Meskipun, terdapat banyak joke, beberapa penggemar mengharapkan joke khas deadpoll yang membuat sosok ryan renold menjadi terkenal. Namun, mau bagaimana lagi rating filmnya semua umur.

Oleh karena itu, meskipun film ini tidak sesuai diharapkan para penggemar anime dan game pokemon. Hal ini tentunya cukup memberikan perasaan senang karena adanya adaptasi live action pokemon. Semoga di masa depan adaptasi sesuai game dan anime pokemon diadakan dan detective pikachu ini sebagai sebuah langkah awal menuju ke sana.
   

No comments:

Post a Comment