Sunday, April 21, 2019

Drakor Bertema Pembunuh Berantai Hwaseong dan Kritik Undang-undang Pembatasan

Kasus pembunuhan merupakan kasus kejahatan yang cukup mengerikan. Nyawa seseorang diambil oleh orang lain dengan alasan yang tidak dapat dibenarkan. Kasus itu kian menakutkan apabila menjadi kasus pembunuhan berantai.

Pembunuhan berantai biasanya diartikan sebagai pembunuhan lebih dari satu orang secara berkelanjutan atau berantai. Pembunuhan yang penemuan korbannya tentunya segera menarik perhatian publik.   
Satu kasus yang cukup mencekam adalah kasus pembunuh berantai hwaseong. Pembunuhan berantai yang terjadi di korea selatan, lebih tepatnya pembunuh berantai di kota hwaseong dan sekitarnya atau provinsi gyeonggi (sehingga disebut juga kasus gyeonggi). 

Kasus tersebut dilaporkan pertama kali 15 september 1986 sampai 3 april 1991. Terjadi pembunuhan selama periode waktu dengan jarak tak terlalu lama.

Hal yang lebih mengerikan adalah metode pembunuhannya. Pelaku membunuh wanita dari umur 14 tahun sampai 71 tahun. Korban berjumlah 10 orang.  

Konon kabarnya mereka dibunuh dengan dengan dicekik dengan pakaian mereka sendiri atau stocking yang mereka miliki. Selain dibunuh mereka juga mengalami perkosaan sehingga menambah kesan sedih tragedi ini.  

Sisi seram kasus ini semakin meningkat karena hingga hari ini kasus ini belum terungkap sama sekali pelakunya. Meskipun, saat itu 1,8 juta polisi digerakkan dan 3000 tersangka namun tidak dapat menyelesaikan kasus tersebut hingga hari ini. Semua tersangka tersebut tidak terbukti seorang pun sebagai pelaku.

Kekejaman kasus tersebut kemudian dibandingkan dengan kasus pembunuh berantai tidak terungkap, zodiac killer. Zodiac killer tidak memiliki bukti dna apapun, kecuali kode dan hasil profiling. 

Berbeda jauh dengan kasus ini yang memiliki bukti dna. Sehingga tidak terungkapnya kasus hwaseong hingga sekarang membuktikan kasus ini lebih rumit dibanding zodiac killer.

Tidak heran jika melihat beberapa bukti diumumkan, salah satunya golongan darah yang mungkin diperoleh dari bukti dna dari sperma. Bukti yang lain adalah tinggi badan yang kemungkinan diukur dari mayat para korban.

Hal ini tidak berhenti sampai disitu, beberapa drama korea mencoba menggambarkan tragedi tersebut. Sebut saja memories of murder (2003), confession of murder (2012), gap dong (2014), signal (2016), tunnel (2017).

Memories of murder dan gap dong mungkin adalah drama yang secara langsung menggambarkan kasus ini. Drama yang lainnya biasanya hanya menggambarkan kasus ini pada beberapa episode.

Namun, semuanya memiliki kesamaan adalah mengkritik praktek hukum undang-undang pembatasan dan mengenang kasus tersebut. Undang-undang pembatasan hukum adalah undang-undang yang membatasi penanganan hukum berdasarkan waktu tertentu. penanganan juga dihitung berdasarkan korban seperti kasus ini.

Umumnya waktu pembatasan menurut hukum korea sampai waktu 15 tahun, namun ada revisi beberapa tahun lalu yang menambahkan sampai 25 tahun yang lalu.

Undang-undang pembatasan begitu dikritik karena setelah mencapai batas waktu, Penyelidikan dan proses peradilan dihentikan sama sekali, bahkan kemungkinan pelaku bisa lolos. Sehingga menutup harapan akan tertangkapnya sang pelaku dan penyelesaian kasus.

Seluruh korban undang-undang pembatasan kasus rata-rata berakhir pada 2001 dan masih belum. Tidak heran seluruh drama lahir setelah masa undang-undang pembatasan habis. Terutama untuk mengenang kasus ini dan mengkritik sistem tersebut.

Kita mungkin akan menemukan drama yang membahas atau menunjukan undang-undang pembatasan. Meskipun, tidak membahas secara langsung dan tidak berhubungan dengan kasus hwaseong.

Sebut saja drama red moon and blue sun atau juga dikenal dengan childer of nobody. Dimana ibu tirinya yang melakukan pembunuhan habis masa undang-undang pembatasannya. Ia bebas tanpa dihukum.

Oleh karena itu, tragedi pembunuh berantai hwaseong dan pembatasan undang-undang mungkin akan sering diulang sebagai bentuk sebuah kritik soal. Tak lupa kita berharap agar kasus seperti ini tidak terulang lagi.  


Sumber tulisan dan gambar: 
pengalaman menonton
Wikipedia
http://english.donga.com/List/3/all/26/246760/1
http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20170526000720

No comments:

Post a Comment