Monday, March 12, 2018

Boruto Harus Dikritik Penggemar Naruto

     

Semua orang tahu siapa naruto hari ini. Manga karya Masashi Kishimoto ini telah terkenal dan hampir memiliki fans di seluruh dunia. Berbagai adaptasi dalam bentuk novel, anime dan game. Indonesia juga pernah menayangkan beberapa kali serial anime ini.
       
Namun serial ini telah tamat beberapa tahun lalu. Lebih tepatnya pada tahun 2014 serial manga tersebut berakhir setelah tayang selama 17 tahun. Banyak penggemar yang kecewa dengan berakhirnya serial naruto.
Penggemar sangat mengharapkan adanya kelanjutan. Namun, saat itu terdengar kabar bahwa masashi kishimoto sedang melanjutkan proyek baru. Akan tetapi, beliau tidak ingin mengecewakan orang -orang sehingga direncanakanlah sekuel untuk para penggemar.

Muncullah Boruto yang merupakan anak dari naruto. Bukan lagi berkisah tentang bocah yang ingin menjadi hokage. Boruto lebih berkisah kepada anak yang sedang mencari jalan ninja jika merujuk versi animenya.

Menariknya penggambaran awal serial boruto diisi dengan adegan di masa depan. Kejadian dimana boruto harus bertarung dengan orang bernama kawaki. Dari potongan kisah tersebut, bahkan tersebar isu jikalau naruto akhirnya mati.

Ini mungkinlah inspirasi dari manga Dragonball. Sebagaimana kita ketahui masashi kishimoto seorang penggemar dragonball. Mungkin model boruto ini meniru model gohan yang merupakan anak dari son goku.

Cerita ini tidak ditulis oleh masashi kishimoto lagi. Masashi sensei hanya bertindak sebagai pengawas. Penulisnya Ukyo Kodachi dan penggambarnya oleh Mikio Ikemoto. ia juga merupakan asisten masashi kishimoto. 

Karena itu, jangan heran jika banyak hal telah berlainan dari kisah naruto. Namun, banyak sekali hal yang jauh sekali dari naruto, sehingga banyak sekali memperoleh kritik dari penggemar.

Gambar sarada yang diprotes habis-habisan karena terlalu seksi. Banyak yang memprotes gambaran ini yang menurut sebagian penggemar.

Mengapa boruto harus dikritik ?

Ketika menyinggung inspirasi boruto dari dragon ball, mungkin akan mengingatkan kita dengan perubahan tokoh utama. Dulunya akira toriyama merencanakan gohan sebagai tokoh utama.        

Sayangnya gohan sendiri dianggap oleh penggemar dan karakternya mendapat kritik keras dari penggemar. Akira toriyama menyambut hal tersebut dengan baik. Pelan-pelan karakter sengoku dikembalikan sebagai tokoh utama.

Perbedaan gambar naruto dan boruto segera mengundang kritik. Hal ini tentu saja hal lumrah karena gaya menggambar yang jauh dari style gambar masashi. Banyak penggemar yang menganggap gambar mikio ikemoto.

Mikie ikemoto sendiri telah meminta maaf sebelumnya. Ia sadar gambarnya tidak dapat sebagaus masashi sensei. Masashi pun memberikan nasehat agar tidak memaksakan gayanya kepada gambar boruto, karena sampai kapanpun gambar mereka tak akan pernah sama.

Dari segi cerita banyak yang mengkritik sebagian kisah terlalu sederhana. Anime yang terlalu cepat penyelesaian konfliknya. Serta, manganya yang menggunakan pertarungan light saber antar ninja. Sehingga semuanya dianggap menyebabkan jeleknya jalan cerita boruto.

Hal yang menarik adalah ketika bagian awal boruto yang dianggap bagian paling bagus adalah ide masashi sensei. Kejadian dimana menunjukan pertarungan boruto dewasa ternyata mendapat respon baik. Beberapa penggemar masih berharap masashi kembali menulis dan menggambar boruto.

Akan tetapi hal itu tak mungkin, masashi sensei telah fokus dengan proyek barunya. Proyek yang tema ceritanya sains fiksi. Tidak ada lagi hubungannya dengan ninja. Akan tetapi, beliau masih dapat berperan dalam penulisan boruto.

Karena kita berharap boruto lebih baik, makanya kita mengkritik. Beberapa orang mungkin akan menyarankan anda cukup nonton saja. Kita mengharapkan agar kritik membangun tersebut dapat menghasilkan lebih baik.

sumber:
pengalaman pribadi
manga boruto
manga naruto

No comments:

Post a Comment